Pramugari Wings Air Lidya Christine resmi mengadukan Anggota DPRD Sumut, Megawati Zebua ke Polres Nias, Kamis (17/4/2025). (istimewa)
InfraSumut.com – Nias. Maskapai Wings Air menepati janjinya menindaklanjuti kasus yang menimpa pramugarinya, Lidya Christine.
Pada Kamis (17/4/2025), pramugari tersebut resmi mengadukan anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara, Megawati Zebua (MZ) ke Polres Nias.
Pengaduan itu terkait kasus dugaan mencekik leher oleh Megawati Zebua kepada pramugari Wings Air di dalam pesawat sebagaimana videonya yang yang viral di media sosial.
Diketahui kejadian itu berlangsung di dalam pesawat Wings Air saat hendak terbang dari Bandara Binaka Nias tujuan Bandara Kualanamu Deli Serdang, Minggu (13/4/2025) sekira pukul 15.00 WIB.
Pengaduan oleh pramugari Wings Air terhadap Megawati Zebua tersebut dibenarkan oleh Kapolres Nias AKBP Revi Nurvelani melalui Kasi Humas Aipda Motivasi Gea.
Aipda Motivasi mengatakan pihak Wings telah mendatangi Polres Nias. “Iya benara memang benar pihak daripada Wings Air saat ini di Polres Nias melaporkan kasus tersebut,” katanya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis siang.
Ia menjelaskan pelapor adalah salah seorang pramugari Wings Air berinisial LCK (28), perempuan, yang berdasarkan alamat di KTP, pelapor berasal dari Manado. Sedangkan terlapor adalah MZ.
Dikatakan, saat ini sedang dalam pengambilan visum pelapor di RSUD di Gunungsitoli didampingi dari Polres Nias, serta pengacara pelapor, David Sandro Manik
“Setelah pengambilan visum pelapor kemudian dilakukan pengambilan keterangan dan diwawancarai” sebut Motivasi.
Kepada wartawan, LCK kemudian diketahui bernama Lidya Christine, mengatakan jika kedatangannya di Polres Nias untuk melaporkan insiden yang terjadi kepada dirinya.
“Hari ini saya telah membuat laporan di SPKT Polres Nias,” kata Lidya usai keluar dari ruang SPKT Polres Nias.
Diungkapkan Lidya, ia melaporkan oknum anggota DPRD Sumut, Megawati Zebua, karena telah melanggar ketertiban dan keamanan dalam pesawat penerbangan dan menimpa dirinya pada hari itu.
Lidya Crytine mengaku sempat mendapatkan kontak fisik atau diduga aniaya oleh anggota DPRD Sumut tersebut, dalam insiden yang menjadi perhatian publik tersebut.
“Saya telah mengalami penganiayaan pada saat saya sedang bekerja di dalam pesawat,” ungkap Lidya Crytine.
Ia menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada perdamaian dalam kasus itu. “Sampai saat ini belum ada perdamaian terkait dengan masalah ini, dan tidak ada perdamaian sama sekali. Saya berharap semoga laporan ini dapat ditindaklanjuti,” ujar Lidya.
Sebelumnya Megawati Zebua memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial, dirinya yang cekcok mulut dengan seorang pramugari di dalam pesawat.
Megawati Zebua membantah dirinya mencekik pramugari Wings Air dari dari Bandara Binaka Nias menuju Bandara Kualanamu Deli Serdang, Minggu (13/4/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.
“Tidak ada saya mencekik orang, saya hanya menyuruh pramugarinya bergeser, supaya penumpang yang lain bisa masuk,” kata Megawati kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (15/4/2025).
Politisi perempuan dari Fraksi Golkar DPRD Sumut itu, menjelaskan bahwa dirinya membantu seorang penumpang yang sudah tua, yang akan terbang ke Padang. Namun, transit di Bandara Kualanamu, Deli Serdang dari Bandara Binaka.
“Saat itu, saya hanya membantu seorang bapak tua, tidak barangnya dibagasikan akan transit ke Padang. Karena, menunggu bagasi itu, 1 jam kan. Bisa tidak kedapatan pesawat dia kan. Bakal hangus tiketnya, saya minta tolong sama pramugari,” jelas Megawati.
Megawati, wakil rakyat dari Dapil 8 Kepulauan Nias itu mengungkapkan koper yang dimaksud, bukan miliknya. Karena koper miliknya sudah masuk dalam bagasi pesawat.
“Koper saya sudah masuk dalam bagasi, tidak ada koper saya masuk ke dalam (kabin). Masalahnya, dengan bapak tua ini,” kata Megawati.
Megawati mengungkapkan pramugari tersebut, tidak memberikan izin koper bapak tua itu, masuk dalam kabin pesawat. Dengan alasan sudah diberikan lebel bagasi
“Pramugari bertahan sekali, dengan berkata itu sudah dilabel tidak bisa masuk dalam bagasi kabin. Saya bilang tolong lah dibantu, kasihan bapak ini. Bapak ini, sudah tua tidak tahu apa-apa,” ucap Megawati.
Megawati mengaku tidak sadar ada memvideokan dirinya saat kejadian tersebut, di dalam pesawat Wings Air tersebut.
“Tapi, ada memvideokan saya, menuduh saya mencekik. Demi tuhan, saya tidak ada perasaan mau celakakan orang,” ujarnya.
Ia mengaku hanya mendorong pramugari agar penumpang lainnya bisa lewat. Dengan begitu, penumpang tidak terlambat masuk dalam pesawat.
“Saya mendorong dia untuk menyuruh menyingkir. Agar penumpang lain bisa masuk dan tidak terlambat,” kata anggota Komisi A DPRD Sumut itu.
Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan atas insiden tersebut, berdasarkan laporan dan catatan aktual di lapangan, bahwa tidak terdapat permintaan damai dari pihak pelanggan kepada pramugari yang bertugas.
“Wings Air tetap berkomitmen untuk melindungi keselamatan dan profesionalisme awak pesawat (kru), serta menjaga ketertiban dan kenyamanan seluruh penerbangan. Oleh karena itu, kami melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, yang akan ditangani oleh pihak berwenang di Polres Nias, Sumatera Utara,” jelas Danang. (bps)





