Brantas Abipraya Raih Rekor Muri, Tuntas Cepat Ribuan Hunian Tetap

Gambar Gravatar

Jakarta – PT Brantas Abipraya (Persero) ambil bagian dalam pembagunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) tahan gempa untuk korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Sebanyak 1.110 unit hunian tetap untuk masyarakat korban erupsi Semeru dituntaskan secepat kilat. Pencapaian ini pun mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) tertanggal 24 Oktober 2022 atas Pembangunan Rumah Tahan Gempa Sistem Rumah Instan Sederhana Sehat Terbanyak dalam Satu Hamparan (32 ha-1.110 unit).

“Raihan rekor ini tentunya merupakan bukti pencapaian salah satu kinerja unggul Insan Abipraya, tuntas cepat membangun hunian untuk korban erupsi. Istimewanya lagi, hunian ini dibangun menggunakan panel RISHA agar tahan gempa,” ujar Sugeng Rochadi, Direktur Utama Brantas Abipraya, dikutip dari laman PT Brantas Abipraya, Selasa (25/10/2022).

Bacaan Lainnya

Ditambahkan Sugeng, huntap ini memiliki standar yang mumpuni dengan luas bangunan 6×6 meter. Dijabarkannya juga hunian yang dibangun dengan tipe 36 ini dibangun pada tanah seluas 10×14 meter untuk setiap Kepala Keluarga (KK).

Tak hanya itu, RISHA karya Brantas Abipraya ini juga telah dilengkapi fasilitas berupa kamar mandi, kamar tidur dan ruang multiguna untuk ruang tamu serta ruang keluarga.

Sebagai tambahan informasi, selain membangun hunian tetap, Brantas Abipraya sebagai aksi tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru, BUMN konstruksi ini juga sebelumnya juga telah menuntaskan pembersihan Jalan Nasional ruas Bts. Kabupaten Malang-Bts. Kabupaten Lumajang.

Kemudian pembangunan jembatan gantung untuk pejalan kaki, penanganan jalan alternatif ruas Pasirian-Tempusari, rekonstruksi Jalan Nasional Link 062, dan clearing lokasi Huntara (Hunian Sementara) dan Huntap dengan luas total 80 ha.

Sejak awal kejadian bencana Brantas Abipraya menerjunkan bantuan tanggap darurat berupa alat berat untuk memudahkan proses evakuasi korban, di antaranya delapan excavator, satu loader, lima dump truck, tiga buldoser serta dua unit mobil ambulans yang bersiap di lokasi.

Seluruh alat berat dan ambulans, kata Anas, langsung dikirimkan menuju lokasi dari proyek-proyek Brantas Abipraya yang jaraknya tak jauh dari lokasi bencana, yaitu proyek Bendungan Semantok di Nganjuk, Jawa Timur, proyek Bendungan Jragung di Demak, Jawa Tengah, Bendungan Bener di Purworejo, Jawa Tengah, dan proyek Jalur Lintas Selatan Lot 8 Jarit-Puger di Kabupaten Lumajang.

Brantas Abipraya juga mengirimkan bantuan berupa logistik, sembako terdiri dari minyak goreng, beras, mie instan, gula, kopi, teh, susu, biskuit, popok bayi, pembalut wanita, masker, air mineral, kasur lipat, perlengkapan mandi dan obat-obatan.

“Sederet aksi tanggap yang telah dijalankan ini adalah wujud keseriusan Brantas Abipraya mengabdi untuk negeri, selalu hadir untuk Indonesia melalui kontribusinya membangun infrastruktur nasional. Duka warga di Lumajang dan sekitar adalah duka kami, duka kita semua. Semoga apa yang telah kami bangun bersama ini dapat meringankan beban dan membantu memudahkan para korban bencana,” tutup Sugeng. (benny)

Pos terkait