Kemendagri menegur Gubernur Sumut Bobby Nasution karena mencatatkan inflasi tertinggi di Indonesia. (dok/infrasumut)
InfraSumut.com – Jakarta. Provinsi Sumatera Utara mencatatkan inflasi 5,32% (yoy) pada bulan September 2025. Inflasi ini tertinggi di Indonesia. Terendah adalah Papua Selatan 3,42%.
Hal itu terungkap dalam dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kepala Daerah se-Indonesia secara virtual, Senin (6/10/2025).
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, pun menegur Gubernur Sumut Bobby Nasution atas capaian inflasi tertinggi di Indonesia itu, yang juga melampaui batas aman.
“Bapak-ibu sekalian, inflasi 5,32 (persen) dalam suatu provinsi (Sumatera Utara) itu sudah terasa perubahan harganya bagi masyarakat. Kami mohon menjadi perhatian para gubernur, khususnya 10 provinsi tertinggi,” tegur Tomsi dalam Rakor yang ditayangkan di YouTube Kemendagri.
Tomsi Tohir dalam meminta Bobby Nasution dan gubernur lainnya mengatasi fenomena tersebut. “Teman-teman kepala daerah dan pemerintah daerah harus bekerja keras, daerah yang merah-merah ini. Kenapa? Karena yang lain bisa, gitu loh, yang lain bisa (menekan inflasi),” ujarnya.
Tomsi bahkan membandingkan Sumut dengan Papua Pegunungan. Ia paham kondisi medan di Papua Pegunungan turut menghambat distribusi. Namun, provinsi itu ternyata masih sanggup mencatatkan angka inflasi sebesar 3,55%.
Sebaliknya Provinsi Sumut yang memiliki jalur distribusi barang dan jasa mudah, tapi tetap mengalami inflasi tinggi. Karena itu para kepala daerah yang inflasi tinggi, harus segera bertindak.
“Bapak ibu sekalian kami mohon cek kembali ini, cek kembali, perhatikan, berusaha sekeras-kerasnya! Dari daftar-daftar itu masih terlihat ada kabupaten kota yang berharap anugerah Tuhan yang Maha Esa saja, usahanya tidak maksimal,” sindir Tomsi.
Bahkan Tomsi meminta kepala daerah melakukan evaluasi menyeluruh. “Bagi kepala daerah, kalau umpamanya dinas-dinasnya tidak bergerak, mungkin selayaknya untuk dievaluasi,” ujar Tomsi.
“Kita bekerja di sini setiap minggu meluangkan waktu 3 jam untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Berbuat yang terbaik supaya barang-barang, terutama yang kita konsumsi sehari-hari itu terjangkau dan tidak mengalami kenaikan yang tinggi,” sambungnya.
Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan inflasi pada September 2025 mencapai 2,65% secara year on year (yoy).
Rinciannya, 37 provinsi mengalami inflasi dan hanya 1 provinsi terjadi deflasi. Amalia menyebut Sumut menjadi provinsi teratas dengan inflasi tertinggi secara tahunan.
“Yang mengalami inflasi tertinggi adalah Sumatera Utara, year on year. Jadi, kalau secara year on year Sumatera Utara mengalami (inflasi) 5,32 persen, Riau 5,08 persen, Aceh mengalami 4,45 persen,” jelasnya.
Berikut daftar 10 provinsi dengan inflasi tertinggi per September 2025:
- Sumatera Utara 5,32%
- Riau 5,08%
- Aceh 4,45%
- Sumatera Barat 4,22%
- Sulawesi Tengah 3,88%
- Jambi 3,77%
- Sulawesi Tenggara 3,68%
- Papua Pegunungan 3,55%
- Sumatera Selatan 3,44%
- Papua Selatan 3,42%
(bps)





