Kementerian PUPR Targetkan 46.790 Tenaga Konstruksi Bersertifikat di Tahun 2022

Gambar Gravatar

InfraSumut – Medan. Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melakukan pembinaan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi pada tahun 2022.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Dewi Chomistriana, mengatakan target pihaknya melahirkan 46.790 orang tenaga kerja konstruksi Indonesia bersertifikat pada tahun 2022.

Adapun target tersebut terdiri dari 17.800 tenaga kerja konstruksi reguler (11.000 TKK usulan Anggota Komisi V dan 6.800 TKK reguler).

Bacaan Lainnya

Kemudian 28.990 tenaga kerja vokasional (pelatihan vokasional 27.590 orang, ToT instruktur 700 orang dan asesor 700 orang) tersebar di 7 wilayah balai jasa konstruksi wilayah.

“Pada TA 2021 lalu, pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi melebih target sebesar 141 persen, melebihi target awal 52.857 orang,” ujar Dewi, Jumat (02/10/2022) dikutip dari laman resmi Ditjen Bina Konstruksi, Minggu (09/10/2022).

Lebih lanjut Dewi Chomistriana mengatakan pada tahun 2021, terdapat jumlah potensi lulusan SMK, Politeknik dan Perguruan Tinggi sebanyak 48.559 peserta didik.

Namun demikian, Data BPS 2019 menunjukkan bahwa jumlah pengangguran dari tingkat pendidikan SMK sebanyak 8,3%, Diploma I/II/III 6,9% dan Sarjana 6,2%.

“Salah satu penyebab utamanya adalah ketidakselarasan kompetensi yang dimiliki oleh lulusan SMK, Politeknik, dan/atau Perguruan Tinggi dengan kebutuhan Industri,”‘ ungkap Dewi Chomistriana.

Lebih lanjut Dewi Chomistriana menambahkan Ditjen Bina Konstruksi perlu melaksanakan kegiatan serah terima peserta pemagangan dan penandatanganan perjanjian pemagangan yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

Ikuti Pemagangan
Sementara itu sebanyak 21 mahasiswa dari 4 perguruan tinggi di Sumatera Utara, mengikuti pemagangan vokasi pada proyek-proyek konstruksi Kementerian PUPR di wilayah Provinsi Sumut terhitung mulai Jumat (02/10/2022).

Mahasiswa tersebut terdiri dari 13 mahasiswa Politeknik Negeri Medan, 6 mahasiswa Universitas Negeri Medan, 1 Mahasiswa Universitas Harapan Medan dan 1 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Direktur Keberlanjutan Konstruksi Ditjen Bina Konstruksi, Kimron Manik, menyampaikan agar para peserta mengikuti kegiatan pemagangan dengan bersungguh-sungguh.

“Karena ini merupakan implementasi yang sangat berarti dari penerapan ilmu-ilmu yang telah didapatkan selama ini di universitas,” ujar Kimron.

Ia juga berpesan kepada para penyedia jasa yang menjadi tempat pemagangan, agar mampu memberikan contoh yang baik pada proses kegiatan pembangunan konstruksi di lapangan.

“Karena apa yang mereka kerjakan akan menjadi pelajaran yang akan dicontoh oleh para mahasiswa-mahasiswi yang mengikuti pemagangan tersebut,” ujar Kimron. (benny)

Pos terkait