Bank Sumut Tunggu Momentum Pasar yang Tepat untuk IPO

Gambar Gravatar

Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut Arieta Aryanti menjelaskan belum terwujudnya IPO Bank Sumut dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (30/10/2025). (dok/infrasumut)

InfraSumut.com – Medan. Rencana PT Bank Sumut untuk melakukan penawaran saham perdana di bursa atau Initial Public Offering (IPO), sudah terekspose sejak lama. Namun rencana ini masih belum terealisasi hingga sejauh ini

Lalu kapan Bank Sumut IPO?. Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut, Arieta Aryanti, mengatakan pihaknya masih menunggu momentum pasar yang tepat.

Bacaan Lainnya

Di samping itu, sejumlah syarat untuk menuju ke sana, belum terpenuhi. Hal tersebut disampaikan Arieta Aryanti dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (30/10/2025).

“Sebenarnya, proses IPO sudah direncanakan sejak akhir 2022 dan awal 2023. Namun kondisi pasar saat itu belum mendukung, sehingga kami menunda proses book building,” papar Arieta.

Pada temu pers yang juga dihadiri Gubernur Sumut, Bobby Nasution itu, Arieta mengatakan salah satu kendala teknis yang dihadapi adalah belum terpenuhinya syarat free float minimal 10 persen sesuai ketentuan OJK.

“Belum tercapainya komposisi tersebut membuat kami belum bisa melanjutkan ke tahap listing,” tambah Arieta.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa rencana IPO masih menjadi komitmen bersama antara Bank Sumut dan Pemerintah Provinsi Sumut. Saat ini, manajemen tengah fokus memperkuat permodalan melalui berbagai langkah, termasuk rencana penerbitan obligasi dan penambahan modal dari Pemprov Sumut.

“Go public tetap menjadi arah strategis kami. Namun kami harus hati-hati agar masuk ke pasar di saat yang tepat. Timing sangat penting untuk mendapatkan valuasi dan harga saham yang ideal,” kata Arieta.

Ia menambahkan, ekspansi bisnis Bank Sumut kini sudah meluas, tidak hanya di Medan, tetapi juga di Jakarta, Batam, dan Pekanbaru. “Ke depan, kami ingin terus bertumbuh dan sejajar dengan BPD lainnya yang lebih besar secara nasional,” pungkasnya.

Sebelumnya di hadapan Gubernur Bobby Nasution pada temu pers itu, diungkapkan sejumlah kinerja keuangan Bank Sumut. Dikatakan, kinerja terus menunjukkan tren positif di tahun 2025.

Hingga September 2025, bank daerah tersebut mencatat pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, dan laba bersih secara tahunan (yoy.

Arieta menyampaikan bahwa total dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp38,78 triliun, tumbuh 9,84% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat dan Pemprov Sumut terhadap Bank Sumut semakin kuat,” ujar Arieta.

Sementara dari sisi penyaluran kredit, total pembiayaan Bank Sumut per September 2025 tercatat sebesar Rp32,356 triliun, dengan pertumbuhan 7,05% (yoy).

Meski terjadi peningkatan aktivitas kredit, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) di angka 2,6%, masih di bawah ambang batas 3%.

“Kami tetap menjaga rasio NPL di bawah 3 persen. Walau terjadi sedikit kenaikan, secara keseluruhan masih dalam batas yang aman dan terkendali,” jelasnya.

Dari sisi profitabilitas, Bank Sumut mencatat laba bersih sebesar Rp539 miliar per September 2025 atau tumbuh 3,63% secara tahunan. Kinerja positif ini ditopang oleh efisiensi operasional dan pertumbuhan sektor kredit produktif, terutama pada segmen UMKM dan konsumer.

Gubernur Sumut Bobby Nasution menanggapi capaian-capaian tersebut. Orang nomor satu di Sumut itu mengatakan agar jangan hanya angka-angka dari kinerja yang positif saja yang disampaikan.

“Jangan hanya yang angka yang baik-baik saja disampaikan,” ujar Gubernur Bobby Nasution dalam temu pers Bank Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (30/10/2025).

Bobby yang hadir di sela temu pers tersebut, menginginkan gambaran kinerja yang utuh dari Bank Sumut. Sehingga dari sana, didapatkan evaluasi dan masukan untuk perbaikan kinerja. (bps)

Pos terkait