Bincang-bincang Alumni Teknik UHN: Menguatkan Kapasitas Alumni Cegah Munculnya Generasi Strawberry

Gambar Gravatar

Oleh: Rikson Sibuea ST

PERKUMPULAN/Ikatan Alumni merupakan organisasi yang menghimpun dan menyalurkan aspirasi serta menciptakan ide-ide yang kreatif dan membangun bagi para alumni dan almamaternya.

Organisasi tersebut bertujuan untuk mengikat komunikasi, baik dengan institusi maupun dengan sesama alumni/alumnus.

Bacaan Lainnya

Sehingga dipandang perlu penyatuan dan penguatan kapasitas alumni, salah satunya lewat Bincang-bincang Alumni Teknik dan Fungsionaris Fakultas Teknik UHN di Kampus UHN Jalan Sutomo Medan, Jumat 29 September 2023.

Kampus Merdeka
Kampus memberikan hak kepada mahasiswa untuk berkreasi dengan mengambil mata kuliah di luar program studi dengan masa waktu yang telah ditentukan, baik dalam kampus maupun di luar kampus.

Seperti magang yang bersertifikat, riset dan penelitian, wirausaha, membangun desa (KKN tematik) dan lain-lain.

Peran Alumni pada Kampus Merdeka
Perguruan Tinggi setiap tahun wajib melakukan tracer study (studi pelacakan jejak alumni).

Tracer study menjadi alat ukur kinerja dan luaran bagi perguruan tinggi. Berfungsi sebagai masukan untuk menjamin mutu pembelajaran seperti evaluasi relevansi kurikulum yang dilaksanakan.

Untuk itu, sangat penting keberadaan daripada tim tracer study, guna menyusun Indikator Kinerja Utama (IKU) Peguruan Tinggi, yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset & Teknologi.

Sebab, peran alumni sangat penting dalam pengisian kuesioner untuk evaluasi proses belajar mengajar. Dalam program nasional, Alumni Perguruan Tinggi, baik negeri dan swasta, diharapkan ikut serta mencetak Sumber Daya Manusia unggul Indonesia 2045.

Dan peran alumni sangat penting dalam mendorong terciptanya link & match (kemitraan dunia usaha dan perguruan tinggi). Diharapkan Perguruan Tinggi/kampus, dapat bersinergi dengan alumni dalam upaya mencapai target kualitas luaran Perguruan Tinggi.

Perguruan Tinggi harus memberikan ruang ataupun fasilitas kepada alumni dalam melakukan sinergisitas tersebut. Seperti, fasilitas penggunaan perpustakaan, informasi karir dan tracer study dan lain sebagainya.

Program Kerja Alumni
Beberapa hal yang penting dilakukan Alumni bagi juniornya (mahasiswa) salah satunya adalah memotivasi atau menumbuh kembangkan kecerdasan soft skill (diluar hard skill).

Kecerdasan soft skill, merupakan kemampuan komunikasi, karakteristik seseorang, kecerdasan sosial yang melekat, serta kemampuan beradaptasi dengan baik di dalam kehidupan maupun di dunia kerja (profesi).

Sebab Perguruan Tinggi/Kampus bukan hanya masalah Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi masalah pengalaman yang diperoleh, jejaring yang dibentuk dan memory yang diciptakan.

Mahasiswa bukan hanya orientasi menjadi pekerja, tetapi juga menjadi calon pemimpin di masa depan. Dan mahasiswa harus menghindari menjadi generasi strawberry (generasi lembek).

Contoh Kecerdasan soft skill, Berkomunikasi, problem solving, manajemen risiko, kepemimpinan (leadership), adaptasi, etika kerja (integritas), kerjasama tim, dependability (kemampuan untuk bisa diandalkan dalam situasi apapun) dan lain sebagainya.

Belum lagi kita menghadapi artificial intelligence (kecerdasan buatan), yang menunjukkan perkembangan teknologi dan informasi yang sangat pesat.

Pemberdayaan & Peningkatan SDM Alumni
Perkumpulan/Ikatan Alumni, dalam menjalankan program kerjanya fokus pada pemberdayaan dan pembekalan, khususnya pembekalan profesi.

Pada anggaran tahun 2023 kebutuhan tenaga kerja konstruksi nasional sebanyak 1.247.540 TKK bersertifikat dengan Anggaran Tahun 2023 di sektor Jasa Konstruksi sebesar Rp 89,11 triliun (Data Kementerian PUPR).

Sementara ketersedian TKK bersertifikat berdasarkan data kementerian PUPR tahun 2022 hanya sebanyak 749.241 TKK bersertifikat. Untuk regional Sumatera Utara, APBD Tahun 2023 berkisar sebesar Rp 13,45 triliun, sedangkan untuk sektor jasa konstruksi berkisar Rp 3,5 trililiun.

Sementara TKK yang bersertifikat di Sumut tahun 2023 berkisar 3.000 orang TKK yang bersertifikat dengan kebutuhan berkisar sebanyak 45.000 orang TKK (dengan asumsi Rp 1 triliun dibutuhkan 14.000 orang TKK berdasarkan kajian PUPR).

Berdasarkan uraian di atas, Perkumpulan/Ikatan Alumni berupaya maksimal melaksanakan program kerjanya untuk peningkatan dan pemberdayaan anggotanya, untuk dapat berkontribusi pada pembangunan nasional dan regional Sumut.

Hal-hal yang pernah dilakukan, mendorong terwujudnya kemitraan Asosiasi Profesi dengan pihak kampus, mengikutsertakan alumni dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, asesmen untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi (SKKK) secara gratis, ikut memberikan informasi untuk memperoleh pekerjaan bagi anggota dan lain sebagainya.

*Ketua IKATEKSI UHN

Pos terkait