Bobby Nasution Jadi Duta Gerakan Ayah Teladan Indonesia

Gambar Gravatar

Gubernur Sumut Bobby Nasution dikukuhkan menjadi Duta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). (istimewa)

InfraSumut.com – Binjai. Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dikukuhkan sebagai Duta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Pengukuhan itu dilakukan pada acara Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan Pelayanan Vasektomi Serentak bersama Wakil Menteri Kependudukan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka di Puskesmas Tanah Tinggi, Kota Binjai, Senin (21/4/2025)

Bacaan Lainnya

Acara itu bersamaan dengan Peluncuran GATI secara nasional oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Wihaji, secara virtual, di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta seluruh Bupati/Walikota turut mendukung dan menyukseskan GATI dan Pelayanan Vasektomi Serentak.

“Sehingga gerakan ini bisa berjalan efektif di lingkungan keluarga,” ujar Bobby Nasution, yang pada kesempatan itu Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi juga dinobatkan sebagai Duta GATI.

Gubernur Bobby Nasution juga menyampaikan bahwa secara data, jumlah penduduk di provinsi ini ada 15 Juta jiwa yang tersebar di 33 kabupaten/kota.

Sehingga GATI dan Pelayanan Vasektomi Serentak ini menjadi penting, agar upaya pembangunan keluarga oleh pemerintah, bisa dirasakan manfaatnya bagi keluarga.

Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Ratu Ayu Isyana Bagus Oka, menyebutkan bahwa kementerian ini meluncurkan gerakan vasektomi serentak dan GATI dari Jawa Barat.

Ia hadir di Sumut karena provinsi ini memiliki jumlah penduduk terbesar di luar Pulau Jawa. “Kami meluncurkan GATI ini bertepatan dengan Hari Kartini. Karena kita tahu bahwa perempuan Indonesia itu tangguh dan kuat. Saat ini perempuaan menjadi bagian utama dari pola pengasuhan di dalam keluarga, terutama terhadap anak,” jelas Ratu Ayu.

Sebelumnya Menteri Wihaji mengatakan bahwa 80% karakter anak terbentuk dari pola pengasuhan orang tua. Kemudian 20,9% anak kehilangan sosok ayah di Indonesia, dimana sekitar 80% beban pengasuhan diletakkan pada sosok ibu. Sehingga banyak muncul generasi yang lemah secara mental dan emosional. (bps)

Pos terkait