Gubernur Edy Rahmayadi Singgung Karpet ‘Kusam’ Panggung Utama Saat Buka PRSU Ke-49

Gambar Gravatar

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi bersama Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Sekdaprov Sumut Arief S Trinugroho, didampingi bupati/wali kota, memukul gordang sambilan menandai pembukaan PRSU ke-49, Jumat (16/06/2023) malam. (bps)

InfraSumut.com – Medan. Penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-49 tahun 2023 bertemakan ‘Berikan Cerita Terbaikmu’, resmi dibuka Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, Jumat (16/06/2023) malam.

Digelar di Arena PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto Medan selama 32 hari atau hingga 17 Juli 2023, malam pembukaan PRSU diwarnai insiden listrik padam karena genset terbakar.

Bacaan Lainnya

Baru sekitar pukul 21.00 WIB, seremoni pembukaan dimulai, yang diawali dengan tarian persembahan khas Melayu disusul lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan penampilan tarian khas etnis Sumut.

Setelah atraksi menghibur dari atlet Wushu Sumut, seremoni pembukaan dilanjutkan dengan laporan Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Refli Yuner.

Barulah kemudian Gubernur Edy Rahmayadi didaulat memberi sambutan. Memakai baju biru bermotif adat Batak, Gubernur Edy Rahmayadi pun membuka PRSU.

Uniknya, Edy Rahmayadi membuka PRSU dengan memukulkan mikrofon secara spontan selama 3 kali ke podium tempat ia memberi sambutan.

Lalu kemudian secara resmi ia bersama Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Sekdaprov Sumut Arief S Trinugroho, Forkopimda Sumut didampingi bupati/wali kota, memukul gordang sambilan menandai pembukaan.

Dalam sambutannya, Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan PRSU ke-49, seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020. Karena saat itu pandemi Covid-19 mewabah, menyebabkan pelaksanaannya harus ditunda.

“Tahun 2020, 2021, dan 2022 kita tidak bisa laksanakan PRSU. sekarang kita hadir kembali dengan segala kekurangan,” kata Gubernur Edy Rahmayadi.

Salah satu kekurangan itu, kata Gubernur Edy Rahmayadi, terlihat pada karpet merah di panggung utama yang nampak ‘kusam’.

“Bisa dilihat karpetnya ini masih tahun 2019, mungkin karena mau dibikin lagi, belum sempat beli,” kata Edy Rahmayadi.

“Harusnya kalau ini dibeli, yang jual karpet pun kebagian rejeki, nah ini mungkin nanti di 2024, karpet yang sudah baru dipakai ke depan. Inilah rasa syukur kita,” ujar Edy Rahmayadi lagi.

Mantan Pangkostrad itu mengatakan PRSU adalah milik bersama, milik Sumut. “Kita bertekad bersama bergandengan tangan, rakyat, pemimpinnya, dewannya apakah polisinya, dengan seluruh media yang Hadi, kita harus bertekad bersama-sama, berkolaborasi untuk membangun Sumut ini,” kata Edy Rahmayadi.

Di PRSU ke-49, ujar Edy Rahmayadi lebih lanjut, kebersamaan Sumut terlihat pada kabupaten/kota yang juga menampilkan ciri khas masing-masing.

“Kegiatan ini sangat positif, hingga kita bisa bersilaturahmi, bisa membesarkan milik kita Sumut ini. Banyak hal yang harus bisa kita tampilkan, tapi pada kesempatan ini, inilah kita tunjukkan, nanti kita bersama-sama pastinya kita bisa malam ini, dan ini cukup ada waktu untuk kita saling melihat di 33 kabupaten/kota ini,” pungkasnya.

Sebelumnya Dirut PT PPSU Refli Yuner mengatakan sedikitnya 150 stan UMKM produk tereleksi, ambil bagian pada PRSU. Selain itu, stan 33 kabupaten/kota dan provinsi juga ada.

Refli yuner mengatakan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 400 ribu orang selama pelaksanaan 32 hari. Kemudian 16 artis yang akan mengibur Sumut setiap harinya. “Untuk itu kami mengajak masyatat Sumut untuk hadir menyaksikan semarak PRSU,” ujarnya. (bps)

Pos terkait