Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, memimpin Rakor TPID, Kamis (09/03/2023). (ben)
InfraSumut.com – Medan. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengaku geram dengan aksi premanisme, yang melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap supir truk, mengangkut logistik.
Aksi pungli preman itu memicu harga kebutuhan pokok naik dan mendongkrak laju inflsi di Sumut ini.
Hal itu, disampaikan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (09/03/2023) sore.
“Itu (supir) truk, sudah spekulan, sudah infrastuktur rusak, setiap jalan di stop lagi. Ayo bayar, tak selesai-selesai berapa kosnya itu. Harus sama-sama kita aparat, kalau ini (Pungli) kita tidak di urai, yang begini jadinya kita (harga sembako mahal),” kata Gurbernur Edy Rahmayadi.
Selain pungli, Gubernur Edy mengungkapkan pemicu harga sembako naik, yakni infrastuktur dan jalan rusak dan spekulan. Untuk itu, satu persatu masalah ini, akan di urai bersama Pemprov Sumut dan TPID Sumut. Termasuk, menjaga ketersediaan pasokan.
Gurbernur Edy Rahmayadi mengungkapkan akan menggelar rapat khusus bersama dengan Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin dan Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, dalam waktu dekat ini.
Gurbernur Edy mengaku miris dengan aksi premanisme yang didominasi dari kalangan organisasi kepemudaan, yang melakukan pungli tersebut. Termasuk, mantan Ketua Umum PSSI langsung menemukan aksi pungli itu.
“Kami akan bahas bersama dengan bapak Kapolda dan Pangdam, yang pastinya saya juga menemukan. Apa lagi, (Pungli) sudah masuk-masuk ke Pelabuhan, bongkar pasang dari pelabuhan, perjalanan,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi.
Lebih lanjut Gurbernur Edy Rahmayadi mengatakan pungli menjadi sorotan khusus bagi dirinya, untuk dibasmi. Kalau tidak akan menjamur yang merugikan masyarakat, yang membuat harga sembako naik drastis. Karena, ada biaya tambah dalam pengiriman logistik itu.
“Orang itu (preman) mengutip sana-sini, kita sibuk mengendalikan inflasi, karena harga naik. Harus kita selesaikan itu,” tegas Gurbernur Edy Rahmayadi.
Gurbernur Edy Rahmayadi juga meminta wartawan ikut serta melakukan pengawasan terhadap pungli tersebut. Sehingga sinergisitas dalam pemberantasan pungli dari pendistribusian logistik tersebut.
“Wartawan juga fungsi mengawasi itu, sama-sama kita selesaikan. Pak Kapolda sudah pastikan (pungli), bahkan beliau akan mengikutkan personilnya di truk. Ini langkah baik, saya tahu dimaksud dan itu lah kondisi saat ini, ditempat kita dan harus kita selesaikan,” ucap Gubernur Edy Rahmayadi.
Mantan Pangkostrad itu mengungkapkan bahwa dari inflasi Sumut pada bulan Februari 2024, sebesar 5,88% . Dalam rakor itu, dilakukan evaluasi dan mengurangi permasalahan selama ini dihadapi.
Gurbernur Edy Rahmayadi menambahkan Pemprov Sumut dan TPID Sumut, terus menjaga kestabilan harga dan pasokan kebutuhan pokok jelang Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1441 H
“Ini sangat pengaruh langsung dengan kehidupan masyarakat kita (jelang Ramadan dan Lebaran). Harga yang tidak stabil, sudah ditetapkan UMR dihadapkan dengan barang (yang mahal), yang terus kita evaluasi,” pungkasnya. (ben)





