Kolaborasi Xurya, Huawei, dan JJ-LAPP Cetak Praktisi EPC Andalan Melalui SAI 2025 untuk Dukung Target 17,1 GW PLTS Nasional

Gambar Gravatar

Delegasi Indonesia pada The 4th Global Installer Summit di Shenzhen dan Dongguan, Tiongkok, 16-18 September 2025. (istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Solar Academy Indonesia (SAI) 2025 telah terlaksana dengan sukses atas kolaborasi bersama Xurya Daya Indonesia, Huawei Indonesia, dan JJ-LAPP Indonesia.

Kolaborasi itu sekaligus menandai tonggak penting dalam memajukan pengetahuan, keterampilan, dan eksposur global bagi industri surya Indonesia dalam rangka mendukung transisi energi nasional.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Mada Ayu Habsari, menyatakan pihaknya mengapresiasi sinergi antara Xurya, Huawei, dan JJ-LAPP dalam mewujudkan kegiatan ini.

“Semoga Solar Academy Indonesia 2025 menjadi inspirasi bagi semakin banyak pihak untuk berinvestasi pada pengembangan SDM,” ujar Mada Ayu Habsari dalam keterangan tertulis, Selasa (21/10/2025).

Sebab pada akhirnya, kata Mada Ayu, masa depan energi bersih Indonesia bergantung pada kemampuan kita membangun talenta yang unggul dan berdedikasi.

SAI 2025 merupakan program pendidikan pertama di Indonesia yang didedikasikan untuk sistem fotovoltaik (PV) bagi mitra Engineering, Procurement, Construction (EPC) lokal.

SAI 2025 dirancang dan dilaksanakan sebagai respons strategis terhadap Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 yang menetapkan energi surya sebagai tulang punggung transisi energi, dengan target kapasitas terbesar, yakni 17,1 GW.

Ambisi ini diperkirakan akan menciptakan lebih dari 350.000 pekerjaan hijau (green jobs) baru di sektor PLTS, menjadikan peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas utama.

Program yang merupakan wujud komitmen dan kolaborasi erat stakeholder PLTS ini turut didukung oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Solar Academy Indonesia adalah wujud nyata dari komitmen bersama antara pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM, dan stakeholders terkait untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Koordinator Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Wahyudi Joko Santoso.

Ia mengatakan pihaknya mengapresiasi program ini yang menghadirkan pelatihan energi surya berbasis teknologi mutakhir, untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia, sembari tetap memperhatikan aspek keselamatan ketenagalistrikan.”

Rangkaian program pelatihan intensif yang berfokus pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ini dijalankan dari bulan Juli hingga Agustus 2025 di Huawei ASEAN Academy Engineering Institute.

SAI 2025 berfokus pada pendekatan Comprehensive and Practical Learning. Program ini tersusun dalam enam sesi interaktif, yang mencakup pembelajaran di kelas untuk membangun fondasi pengetahuan yang kuat, pelatihan praktik langsung (hands-on application), dan diskusi mendalam.

Tahun ini, SAI menerima aplikasi dari lebih dari 450 pendaftar, dan setelah melalui proses seleksi, 50 peserta terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif di Huawei ASEAN Academy (Indonesia) Engineering Institute.

Sebagai bentuk apresiasi dan untuk memperkuat wawasan mengenai ekosistem energi surya global dan teknologi terkini, 10 peserta pelatihan terbaik berkesempatan mengikuti The 4th Global Installer Summit yang dilangsungkan di Shenzhen dan Dongguan, Tiongkok, 16-18 September 2025.

Pada kesempatan tersebut, dua mitra Engineering, Procurement, Construction (EPC) Huawei dari Indonesia menerima penghargaan, menegaskan kualitas dan daya saing yang terus meningkat dari talenta PLTS di Indonesia.

Philip Effendy, VP of Operations Xurya, menyatakan kebanggaannya terhadap inisiatif ini. Ia mengatakan sejak awal Xurya berdiri, pihaknya melihat antusiasme luar biasa dari para EPC untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam membangun pembangkit EBT di Indonesia.

“Kami bangga telah menjadi bagian dari SAI, dan berharap program ini dapat terus menghasilkan lebih banyak talenta energi surya yang berkualitas, yang siap mengakselerasi adopsi PLTS di seluruh negeri. Terima kasih kepada seluruh peserta dan mitra atas komitmennya,” papar Philip.

Head of Renewable Energy Division JJ-LAPP Indonesia, Raja Tinjo Hotmarasi menambahkan, melalui inisiatif ini, para praktisi EPC dibekali tidak hanya keterampilan teknis PLTS, tetapi juga pemahaman komprehensif mengenai sistem energi surya dan soft skills yang dibutuhkan untuk menghadapi dinamika industri yang cepat ini,” tambah

Sementara itu CEO of Huawei Digital Power Indonesia, Jin Song, menegaskan peran strategis akademi ini. Ia mengatakan Solar Academy Indonesia bukan hanya tentang pelatihan, tetapi tentang membangun fondasi yang kuat untuk transisi energi bersih Indonesia.

“Dengan membekali mitra EPC dengan keterampilan dan pengetahuan mutakhir, kami menciptakan dampak jangka panjang bagi masa depan berkelanjutan negara ini,” ujarnya. (bps)

Pos terkait