Maret 2023, Inflasi Sumut Turun 1,08 jadi 4,80%

Gambar Gravatar

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau penyumbang tertinggi inflasi Sumut sebesar 4,33%. (istimewa)

InfraSumut.com – Medan. Meski tergolong masih tinggi, namun Inflasi Sumatera Utara pada Maret 2023 perlahan turun dibandingkan bulan sebelumnya Februari.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut melaporkan Inflasi Sumut pada Maret 2023 menjadi 4,80% (yoy) atau turun 1,08% dibandingkan inflasi Genriari 2023 sebesar 5,88%.

Bacaan Lainnya

Inflasi 4,80% itu merupakan gabungan lima kota di Sumatera Utara (Sibolga, Pematangsiantar, Medan, Padangsidimpuan, dan Gunungsitoli).

Dari 5 kota IHK di Sumut, inflasi yoy tertinggi terjadi di Padangsidimpuan sebesar 5,37%, dan terendah terjadi di Gunungsitoli sebesar 3,86%.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Sumut, Nurul Hasanudin, kepada wartawan di Medan, Selasa (04/04/2023).

Dikatakan Nurul Hasanudin, inflasi Sumut 4,80% terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks harga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,33%, kelompok pakaian dan alas kaki 4,53%.

Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,63%, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 3,58%, kelompok kesehatan 1,84% kelompok transportasi 18,09%.

Lalu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,22%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 7,01%, kelompok pendidikan 0,57%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,86%, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 5,58%.

Komoditas utama penyumbang inflasi yoy pada Maret 2023, antara lain bensin, beras, angkutan udara, rokok kretek filter, angkutan dalam kota, ikan dencis, dan telur ayam ras. 

Sementara itu tingkat deflasi month to month (mtm) Maret 2023 sebesar 0,31% dan tingkat inflasi year to date (ytd) Maret 2023 sebesar 0,28%. (ben)

Pos terkait