Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, mengunjungi ayah dan ibu almarhmum Prada Lucky Chepril Saputro Namo, Senin (11/8/2025). (istimewa)
InfraSumut.com – NTT. Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, mengunjungi ayah dan ibu almarhmum Prada Lucky Chepril Saputro Namo, di Asrama TNI Kuanino, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/8/2025).
Pangdam Udayana Piek Budyakto langsung memeluk erat Serma Christian Namo, ayah Lucky. Terlihat Pangdam memberi semangat.
Sementara ibunda Lucky, Sepriana Paulina Mirpey, menangis histeris. Bahkan Sepriana bersimpuh dihadapan Pangdam seraya bermohon keadilan.
“Tolong perjuangkan anak saya bapa. Saya minta itu saja bapa!. Tolong saya butuh keadilan bapa,” ujar Sepriana sambil berurai air mata.
Diketahui Prada Lucky bertugas di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere Nagekeo, NTT. Ia meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025)., yang diduga akibat dianiaya seniornya.
Sebanyak 20 prajurit TNI jadi tersangka dan ditahan dalam kasus tewasnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo.
“Yang 20 tersangka yang sudah ditahan. Satu di antaranya perwira,” kata Pangdam Udayana Piek Budyakto, usai mengunjungi ayah dan ibunda Lucky.
Saat ini 20 tersangka itu telah diperiksa secara intensif oleh polisi militer dari Detasemen Polisi Militer Kodam Udayana. (ist/net)





