Soal Cabai Merah dari Jember Diduga Kualitas Jelek, Dirut Dirga Surya: Kami Sudah Evaluasi, Sekarang Kualitas Membaik!

Gambar Gravatar
Oplus_131072

Cabai merah dari Jember tiba di Pasar Lau Cih Medan, Sabtu (18/10/2025) malam. (dok/kominfosu)

InfraSumut.com – Medan. Direktur Utama BUMD Dirga Surya, Ari Wibowo, angkat bicara terkait polemik cabai merah yang dibeli Pemprov Sumut dari Jember, Jawa Timur dan diduga berkualitas jelek separuh dari 50 ton saat tiba di Kota Medan.

Dirut Dirga Surya Ari Wibowo mengakui bahwa pada tahap awal pengiriman, sebagian cabai memang tidak dalam kondisi optimal saat tiba di Medan.

Bacaan Lainnya

Menurut Ari, pengiriman cabai tersebut merupakan terobosan Pemprov Sumut bersama BUMD sebagai langkah intervensi pasar untuk menekan inflasi, di tengah tingginya harga cabai yang mencapai Rp80.000-Rp90.000/kg..

“Pengiriman pertama memang belum sempurna. Cabai itu sifatnya sensitif, dan karena terlalu lama di perjalanan, kualitasnya kurang optimal,” ujar Ari kepada wartawan di Medan, Kamis (23/10/2025).

Ia menjelaskan, cabai merah dikirim menggunakan ekspedisi termoking (berpendingin) dengan kapasitas sekitar 11 ton per pengiriman, menempuh waktu hingga empat hari perjalanan dari Jawa Timur ke Sumut.

Dari total rencana 50 ton cabai merah, hingga tahap keempat sudah terkirim 39 ton, dan kualitas disebut terus membaik. “Tahap pertama memang banyak penyusutan, tapi tahap kedua, ketiga, dan keempat makin bagus. Bahkan pengiriman terakhir tanpa termoking justru hasilnya lebih baik,” jelasnya.

Ari juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan mandat langsung dari Gubernur Sumut untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. “Kami diamanahkan untuk mengambil tindakan cepat agar harga tidak terus naik. Ini upaya nyata Pemprov menekan inflasi,” ujarnya.

Soal informasi bahwa ASN Pemprov Sumut dipaksa membeli cabai kualitas buruk, Ari membantah tudingan tersebut. Ia menyebut keterlibatan ASN hanya sebatas gerakan partisipatif, bukan paksaan.

“Tidak ada tekanan. ASN itu bagian dari instrumen pemerintah untuk ikut dalam gerakan pasar murah, bukan dipaksa beli,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dirga Surya menargetkan harga cabai di Sumut bisa turun di bawah Rp60 ribu per kilogram menjelang Desember–Januari, seiring dengan panen raya di sejumlah daerah penghasil cabai lokal.

“Kami berharap, dengan tambahan suplai dari Jawa dan hasil panen lokal nanti, harga cabai akan stabil. Sekarang ini kami masih infus, tapi nanti Sumut akan mandiri pasokannya,” pungkas. (bps)

Pos terkait