Pelepasan Hibah Vaksin Pentavalen Bio Farma dari Pemerintah RI kepada Nigeria oleh Menkeu Sri Mulyani, Menlu Retno LP Marsudi, serta Dubes Nigeria untuk Indonesia, Usman Ari Ogah, di Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta Jakarta (28/03/2023). (istimewa)
InfraSumut.com – Jakarta. Bio Farma, sebagai induk Holding BUMN Farmasi mendukung langkah pemerintah menjaga ketahanan kesehatan dunia. Hal itu ditunjukkan dengan menyediakan 1,5 juta dosis vaksin pentavalen (merk dagang Pentabio).
Adapun 1,5 juta dosis vaksin pentavalen (merk dagang Pentabio) itu, ditujukan untuk program hibah vaksin dari Indonesian AID (Lembaga Dana Kerjasama Pembangunan Internasional/LDKPI) Kementerian Keuangan kepada Pemerintah Nigeria.
Penyaluran vaksin dilakukan dalam 2 tahap. Penyaluran pertama produk pentavalen sebanyak 730 ribu dosis dan tahap kedua sebanyak 850 ribu dosis.
Pelepasan hibah vaksin tahap I dilaksanakan pada Senin (28/05/2023) di Kantor Bea dan Cukai Soekarno Hatta Jakarta, sebanyak 730 ribu dosis, dihadiri Menkeu Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi serta Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Indrajad Hattari.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dalam keterangan tertulisnya Bio Farma, Rabu (31/05/2023), menyampaikan bahwa pelepasan produk vaksin pentavalen dalam rangka pemberian hibah kepada pemerintah Nigeria.
“Saya menghargai LDKPI, yang mendukung penting diplomasi Indonesia dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi negara yang secara aktif ikut menjaga perdamaian dan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pengiriman vaksin ke Nigeria ini merupakan langkah awal dari berbagai program melalui LDKPI dari hasil kelolaan endowment fund yang telah dialokasikan sebesar 8 triliun rupiah untuk mendukung diplomasi, khususnya soft diplomacy yang dilakukan Kementerian Luar Negeri ataupun instansi terkait,” tambah Sri Mulyani.
Sementara itu Menlu Retno LP Marsudi menyampaikan bahwa ekspor Indonesia ke Nigeria merupakan ketiga terbesar di Afrika setelah Afrika Selatan dan Kenya. 15 perusahaan Indonesia beroperasi di Nigeria mulai dari bisnis makanan, obat-obatan, kosmetik dan lain sebagainya.
“Indonesia dan negara-negara Afrika sudah berjuang bersama sejak tahun 1955 pada saat Konferensi Asia Afrika diselenggarakan yang menghasilkan Spirit Bandung. Pengiriman vaksin Pentavalent produksi Bio Farma Indonesia ke Nigeria adalah refleksi dari spirit Bandung, refleksi solidaritas, dan refleksi kebersamaan antara dua negara dari the global south,” ungkap Retno
“Pengiriman vaksin ini diharapkan akan dapat membantu vaksinasi lebih dari 500 ribu bayi di Nigeria dan Indonesia juga akan mengirim vaksin ke beberapa negara Afrika lainnya. Kerjasama di bidang vaksin merupakan salah satu yang patut dikembangkan di masa depan, Indonesia memiliki kapasitas untuk mengembangkan kerjasama ini yang saling menguntungkan dan akan terus memberi makna dan menghidupkan spirit Bandung Indonesia,” tambah Retno.
Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, menyampaikan bahwa Penyediaan vaksin Pentavalent ke Pemerintah Federal Nigeria ini sebagai salah satu bentuk solidaritas global untuk mendukung kesetaraan dalam mendapatkan vaksin.
“Produk vaksin yang diserahkan kepada Pemerintah Nigeria adalah produk unggulan dari Bio Farma dengan kualitas yang telah memenuhi standar dunia, yaitu pre-qualified WHO (sertifikasi WHO) dan dibuat di Pabrik Bio Farma, Bandung Indonesia,” ujar Honesti Basyir.
“Nigeria menjadi salah satu pembuka program ini. Sinergi Bio Farma dan Indonesian AID juga merambah ke beberapa negara di Afrika lainnya, yaitu, Kenya dan Zimbabwe dengan nilai hibah lebih kurang 4 juta USD, berdasarkan tujuan yg sama yaitu diharapkan menjadi strategi penetrasi produk Bio Farma Group ke pasar non tradisional, khususnya Afrika,” ungkap Honesti Basyir lagi.
Direktur Operasi Bio Farma, Rahman Roestan, menyampaikan bahwa kedepannya, direncanakan Bio Farma akan melakukan kerja sama teknologi transfer untuk vaksin Pentavalen dengan mitra Perusahaan farmasi lokal di Nigeria.
“Jumlah penduduk yang besar dan angka kelahiran yang tinggi di Nigeria serta wilayah regional Afrika Barat, menjadi peluang Bio Farma untuk melakukan ekspansi pasar vaksin dengan menjadikan Nigeria sebagai Hub produksi vaksin untuk kebutuhan program vaksinasi nasional,” papar Rahman Roestan
Sementara itu Direktur Hubungan Kelembagaan Bio Farma, juga mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program hibah ini.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri RI, khususnya KBRI Abuja yang mendukung sejak awal program ini dicanangkan. Kerjasama yang baik ini menghasilkan percepatan registrasi vaksin pentavalent di NAFDAC Nigeria,” ujarnya.
Dengan registrasinya produk vaksin pentavalen, membuka akses pasar di Nigeria dan terimakasih pula kepada pemerintah Nigeria (melalui Nigerian Embassy) atas kepercayaan penggunaan produk vaksin yang diproduksi oleh Bio Farma, untuk digunakan sebagai program imunisasi nasional di Nigeria. Harapan kedepan untuk dapat terealisasinya produksi lokal di Nigeria melalui kerjasama dengan Bio Farma,” ujarnya lagi.
Vaksin Pentavalen sendiri merupakan vaksin kombinasi DTP-HB-Hib yang membantu pencegahan 5 (lima) macam penyakit sekaligus, yaitu difteri, tetanus, pertussis, hepatitis B dan Haemophilus influenzae tipe B (Hib).
Vaksin Pentavalen memberikan multi respon imun, dimana dengan satu kali suntikan diperoleh kekebalan tubuh terhadap 5 jenis penyakit (Diphtheria, Pertusis, Tetanus, Hepatits B, Haemophilus Influenza tipe B) yang diberikan pada bayi usia 2, 4 dan 6 bulan, sebanyak 3 dosis untuk setiap bayinya. Ijin Edar produk ini telah disetujui di Indonesia sejak 2013 dan mendapat PQ WHO sejak 2014. (bps)





